0

A.  Pengertian Pendidikan
Pengertian pendidikan dipilah menjadi 3 yakni Maha Luas, Sempit, dan luas terbatas.

1.    Maha Luas.

Pendidikan adalah hidup. pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkuangan dan sepanjang hidup. pendidikan adalah segala situasi yang mempengaruhi pertumbuhan individu .

2.    Sempit

Pendidikan adalah sekolah. pendidikan adalah pengajaran yang diselengarakan di sekolah sebagai pendidikan formal.Pendidkan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka .

3.    Luas Terbatas

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah yang dilakukan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan  atau latihan yang berlangsung di sekolah dan diluar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat melakukan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan datang. Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar yang terprogram dalam bentuk pendidikan formal, non formal, informal disekolah, dan luar sekolah yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi pertimbangan kemampuan-kemampuan individu agar dikemudian hari dapat memainkan kehidupan secara tepat.

B.    Faktor Munculnya Aliran Pendidikan

Munculnya aliran pendidikan didorong dengan majunya perkembangan IPTEK serta berbagai perubahan sosial dalam masyarakat.
“ Berbagai pemikiran tentang pendidikan yang muncul dalam masyarakat bersamaan dengan dinamika perkembangannya serta membawa perubahan yang selanjutnya dikenal dengan aliran pendidikan”.
setiap aliran pendidkan dapat diartikan sebagai upaya untuk mempunyai dan memperbaiki martabat.

C.    Aliran-Aliran Pendidikan
Aliran-aliran pendidikan dipilah menjadi tiga cakupan yakni aliran Nativisme-Naturalisme, Empirisme dan  Konvergensi.

1. Aliran Nativisme-Naturalisme

Naturalisme berasal dari kata nativus yang diartikan pembawaan. Aliran ini dikatagorikan aliran yang pesimistis dengan pendidikan. Aliran ini dimotori oleh filusuf Jerman, Arthur Scopenheuer (1788-1860) menyatakan bahwa yang jahat tidak akan menjadi baik karena pendidikan, sedangkan Laborsu Filusuf Itali, menyatakan bahwa seseorang sewaktu dilahirkan membawa sifat pembawaan dan hanya dengan bakatlah seseorang mampu menentukan masa depannya.

Jadi meskipun tanpa pendidikan seseorang dapat menentukan arah dan tujuan hidupnya, karena bakat alamiah yang ia bawa sejak lahir.

Aliran Naturalisme, senada dengan Aliran Nativisme. Aliran ini dipelopori oleh Filusuf Perancis JJ. Rousseou. aliran ini pesimistis terhadap pendidikan yang menyatakan semua anak yang baru lahir mempunyai kemampuan yang baik, sifat baik itu menjadi buruk karena sentuhan manusia, pendidikan hanya memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh dengan sendirinnya, pertumbuhan diserahkan kepada alam.  Sehingga dapat dikatakan fakta dominan keberhasilan manusisa tergantung pada bakat alam bukan pendidikan.

2.    Aliran Empirisme

Kata Empirisme berasal dari kata emperis yang artinya pengalaman yang diperoleh dari pengamatan. Aliran ini termasuk kategori aliran yang optimis terhadap pendidikan. aliran ini dimotori oleh Leibiz, Filusuf  Belanda. ia menyatakan bahwa pembawaan pada diri seseorang pada dasarnya tidak ada, Sedangkan potensi yang dimiliki oleh seseorang hanya karena dibekali oleh pendidikan. Oleh filusuf Salezman menyatakan bahwa hati anak seperti malam hari yang dapat dikepal dalam bentuk yang dikehendaki. Sedangkan Jhon Locke dengan teori tabularasanya mengumpamakan jiwa anak seperti kertas putih yang dapat ditulis menurut kehendak penulis.
Jadi keberhasilan individu sangat ditentukan oleh lingkungan (pendidikan) yang mengelolanya.

3. Aliran Konvergensi

Aliran ini di motori oleh Wiliam Stern (1871-1938) menyatakan bahwa bakat, pembawaan, pengalaman (lingkungan) pribadi bekerja sama menghasilkan karakter seseorang.

Aliran ini menggabungkan dua aliran Nativisme-Naturalisme dan Empirisme bahwa potensi seseorang dapat mencapai puncak kualitas. karena potensi yang ada (pembawaan) ditunjang dengan lingkungan, bentuk ling kungan itu antara lain berupa pendidikan.

Untuk memberi jawaban atas problematika: sampai dimanakah kekuasaan pendidikan itu ? untuk menjawabnya diperlukan hipotesa antara lain:

1. peserta didik mempunyai sifat keterbatasan-ketidakberdayaan membutuhkan pertolongan, bantuan, asuhan, perlindungan,pemeliharaan dan motifasi secara berkesinambugan.
2. peserta didik mengalami masa perkembangan aspek jasmaniah maupun rohaniah, dan
3. peserta didik secara naluriah ingin mandiri menuju manusia dewasa karena dorongan pesikis dan fisik yang dimilikinya.

Konsep aliran konvergesi bila dianalisis muncul sebuah hipotesa bahwa aliran ini menolak aliran oposisi Biner yang bermadzhad Aristotalian dengan prinsip bahwa ketidak mungkinan terjadinya sesuatu ditengah-tengah (principle of excluded middle), misalnya jika anak berpotensi secara alamiah akan muncul anak yang potensial dimasa mendatang. Yang benar adalah potensi atau tidak potensi butuh proses dan usaha menuju perbaikan dengan cara pendidikan.

Poskan Komentar

 
Top